|
Manufacturer
|
Model
|
|
D-Link
|
AirPlus XtremeG DWL-G650
Wireless Cardbus Adapter
|
|
D-Link
|
AirPlus DWL-520 Wireless PCI
Adapter
|
|
D-Link
|
AirPlus DWL-650 Wireless
Cardbus Adapter
|
|
Linksys
|
Wireless-G Notebook Adapter
|
|
Proxim
|
ORiNOCO "Classic"
Wireless LAN PC Card
|
|
Cisco
|
350 Series: AIR-PCM352 (PC
Card), AIR-LMC352 (PC Card with dual MMCX), and possibly the AIR-PCI352
(desktop PCI) cards
|
|
Linksys
|
Instant Wireless PCI Card V2.7
|
|
(Various)
|
Realtek RTL8180 Wireless LAN
(Mini-)PCI NIC
|
|
Intel
|
PRO/Wireless 2200BG Network
Connection
|
|
D-Link
|
AirPlus DWL-120 Wireless USB
Adapter
|
|
Dell
|
Wireless WLAN 1450 Dual Band
WLAN Mini-PCI Card
|
|
Dell
|
TrueMobile 1300 WLAN Mini-PCI
Card
|
|
D-Link
|
AirPlus DWL-G520 Wireless PCI
Adapter(rev.B)
|
|
?
|
22M WLAN PCI Adapter
|
|
(Various)
|
Zydas ZD1201 IEEE 802.11b USB
Adapter
|
|
?
|
22M WLAN Adapter
|
|
Linksys
|
Wireless-B Notebook Adapter
|
|
U.S. Robotics
|
802.11g Wireless Turbo Adapter
|
|
Netgear
|
WG511 54 Mbps Wireless PC Card
|
|
?
|
PCM1000 Wireless LAN Card
Adapter
|
|
LAN-Express
|
IEEE 802.11 PCI Adapter
|
|
Toshiba
|
Wireless LAN Mini PCI Card
|
|
3Com
|
OfficeConnect Wireless 11g PC
Card (3CRWE154G72)
|
|
Linksys
|
Wireless-G Notebook Adapter
with SpeedBooster
|
|
Intel
|
PRO/Wireless LAN 2100 3B Mini
PCI Adapter
|
|
Asus
|
802.11b Network Adapter
|
|
Netgear
|
MA401 Wireless PC Card
|
|
Linksys
|
Wireless-G PCI Adapter
|
|
D-Link
|
Air DWL-610 Wireless Cardbus
Adapter
|
|
Asus
|
802.11g Network Adapter
|
|
Cisco
|
PCI Wireless LAN Adapter
|
|
?
|
WLAN miniUSB Adapter
|
|
Netgear
|
108 Mbps Wireless PC Card
WG511T
|
|
Compaq
|
WLAN MultiPort W200
|
|
Atheros
|
AR5001X Wireless Network
Adapter
|
|
Belkin
|
Wireless 54Mbps Desktop Adapter
|
|
Dell
|
Wireless 1350 WLAN Mini-PCI
Card
|
|
Linksys
|
Instant Wireless - Network PC
CARD
|
|
TI
|
ACX100 WLAN Adapter
|
|
Buffalo
|
WLI-CB-G54 Wireless LAN Adapter
|
|
Belkin
|
802.11g Network Adapter
|
|
D-Link
|
AirPlus G DWL-G120 Wireless USB
Adapter
|
|
Intel
|
PRO/Wireless LAN 2100 3A Mini
PCI Adapter
|
|
Microsoft
|
Broadband Networking Wireless
Notebook Adapter
|
|
Enterasys
|
RoamAbout 802.11 DS
|
|
Z-Com
|
IEEE 802.11 Wireless LAN/PC
Card(5V)
|
|
Dell
|
TrueMobile 1150 LAN Card
|
|
Linksys
|
Wireless-G USB Network Adapter
|
|
Z-Com
|
PRISM 802.11g Wireless Adapter
(3890)
|
|
Senao
|
IEEE 802.11b WLAN network
adaptor PC Card
|
|
D-Link
|
Air DWL-510 Wireless PCI
Adapter
|
|
D-Link
|
AirPlus G DWL-G630 Wireless
Cardbus Adapter
|
|
Dell
|
TrueMobile 1300 USB2.0 WLAN
Card
|
|
HP
|
WLAN 54g W450 Network Adapter
|
|
Broadcom
|
802.11b/g WLAN
|
|
Linksys
|
Instant Wireless-B PCI Adapter
|
|
Netgear
|
WAG511 802.11a/b/g Dual Band
Wireless PC Card
|
Thursday, January 9, 2014
Daftar wireless adapter yang bisa menggunakan NetStumbler
Wednesday, January 8, 2014
Konfigurasi Ringkas Access Point Lynksys WRT54G
- Dalam jendela konfigurasi access point, klik tab Wireless.
- Masukkan nama jaringan wireless yang Anda inginkan pada bagian Wireless Network Name atau yang disebut dengan SSID (Service Set IDentifier). Sebagai contoh di sini saya memasukkan nama “APku”.
- Pada bagian Wireless SSID Broadcast, pilih opsi Enable, tujuannya adalah agar klien dapat mendeteksi keberadaan access point Anda dengan nama ”Apku”.
- Pada bagian Wireless Channel, klik tombol dropdown lalu pilih channel yang ingin Anda gunakan.
- Setelah semuanya selesai, simpan konfigurasi tersebut.
Tuesday, December 31, 2013
Untuk Apa Sih Sekolah dan Kuliah?
Sebagian besar orang menganggap bahwa pendidikan hanyalah sesuatu yang ada hubungannya dengan sekolah. Sekolah memang salah satu tempat yang baik untuk memulai pendidikan. Ada sekolah atau kampus yang menghasilkan pelajar-pelajar yang baik. Dan saya rasa salah satu penyebab keberhasilannya adalah penekanan pada disiplin.
Tentu saja, banyak orang yang berhasil tanpa lebih dahulu memasuki jenis sekolah seperti ini. Tapi, alasan keberhasilan mereka juga tetap sama yaitu DISIPLIN. Dalam hal ini, disiplin diri; inilah kunci utama yang membedakan orang berhasil dan tidak berhasil.
Banyak di antara kita yang enggan belajar karena merasa tidak mengetahui manfaat atau untuk apa ilmu yang kita pelajari. Masih ingatkah Anda sewaktu Anda masih kecil. Anda dipaksa untuk belajar membaca mulai dari huruf alfabet, membentuk suku kata, membaca sebuah kata hingga Anda bisa memahami sebuah kalimat. Belum lagi Anda dituntut untuk belajar angka atau hitungan; penjumlahan, pengurangan, perkalian dan sebagainya. Pada saat itu, bayangkan betapa sulitnya Anda harus mengeja sebuah kata, sulitnya Anda menghafal perkalian. Anda juga merasakan untuk apa itu semua, 'bermain lebih enak daripada belajar'. Ya, itulah yang terlintas dipikiran kita semua semasa itu.
Memang, kala itu kita tidak mengetahui untuk apa semua hal yang kita pelajari tersebut. Sesuatu yang membosankan, dan menjemukan. Tapi, perhatikan usia Anda sekarang, apakah ilmu tersebut bermanfaat saat ini? Saya yakin, Anda akan mengiyakan. Kita baru merasakan manfaatnya saat ini, disaat kita sudah dewasa. Ternyata, untuk memahami ilmu yang Anda dapatkan butuh waktu bertahun-tahun untuk merasakan manfaatnya. Bayangkan pada masa kecil Anda tidak pernah diajarkan membaca dan berhitung? Jadi apa Anda sekarang!
Kita tidak pernah tahu dibidang mana kita akan memasuki dunia kerja maupun. Dan kita juga tidak pernah tahu, bagaimana berharganya pengetahuan atau ilmu yang Anda pelajari saat sekolah dahulu maupun kini akan berguna suatu hari nanti.
Refleksi Awal Tahun Zamidra Al-Fakir
Tentu saja, banyak orang yang berhasil tanpa lebih dahulu memasuki jenis sekolah seperti ini. Tapi, alasan keberhasilan mereka juga tetap sama yaitu DISIPLIN. Dalam hal ini, disiplin diri; inilah kunci utama yang membedakan orang berhasil dan tidak berhasil.
Banyak di antara kita yang enggan belajar karena merasa tidak mengetahui manfaat atau untuk apa ilmu yang kita pelajari. Masih ingatkah Anda sewaktu Anda masih kecil. Anda dipaksa untuk belajar membaca mulai dari huruf alfabet, membentuk suku kata, membaca sebuah kata hingga Anda bisa memahami sebuah kalimat. Belum lagi Anda dituntut untuk belajar angka atau hitungan; penjumlahan, pengurangan, perkalian dan sebagainya. Pada saat itu, bayangkan betapa sulitnya Anda harus mengeja sebuah kata, sulitnya Anda menghafal perkalian. Anda juga merasakan untuk apa itu semua, 'bermain lebih enak daripada belajar'. Ya, itulah yang terlintas dipikiran kita semua semasa itu.
Memang, kala itu kita tidak mengetahui untuk apa semua hal yang kita pelajari tersebut. Sesuatu yang membosankan, dan menjemukan. Tapi, perhatikan usia Anda sekarang, apakah ilmu tersebut bermanfaat saat ini? Saya yakin, Anda akan mengiyakan. Kita baru merasakan manfaatnya saat ini, disaat kita sudah dewasa. Ternyata, untuk memahami ilmu yang Anda dapatkan butuh waktu bertahun-tahun untuk merasakan manfaatnya. Bayangkan pada masa kecil Anda tidak pernah diajarkan membaca dan berhitung? Jadi apa Anda sekarang!
Kita tidak pernah tahu dibidang mana kita akan memasuki dunia kerja maupun. Dan kita juga tidak pernah tahu, bagaimana berharganya pengetahuan atau ilmu yang Anda pelajari saat sekolah dahulu maupun kini akan berguna suatu hari nanti.
Refleksi Awal Tahun Zamidra Al-Fakir
Kesempatan Itu pun Berlalu
Suatu ketika ada seorang pria yang terdampar di tengah lautan. Kemudian datanglah sebuah kapal yang melintas dan ingin menolong pria tersebut. Tapi, pria tersebut berkata: "Tidak usah, biar Tuhan saja yang menolong saya". Maka kapal itu pun pergi.
Tidak berapa lama lewat lagi sebuah kapal lainn, yang juga akan menyelamatkan pria tersebut. Lagi-lagi pria tersebut berujar: "Tidak usah, biar Tuhan saja yang menyelamatkan saya". Kapal kedua itupun meninggalkan pria tersebut di tengah lautan. Kali ini, kapal ketiga pun lewat, pria tersebut masih mengucapkan hal yang sama.
Setelah kapal yang ketiga berlalu, tidak berapa lama pria itupun meninggal dunia.
Pria itupun masuk ke dalam surga.
Di dalam surga, pria itu bertemu dengan Tuhan, lalu bertanya: "Ya Tuhan, kenapa engkau tidak menolong aku sewaktu berada di tengah lautan??"
Tuhan pun menjawab: "Aku sudah mengirimkan tiga buah kapal untuk menolong kamu. Goblok".
...............
Dalam kehidupan kita, ada banyak sekali sebenarnya kesempatan yang menghampiri kita. Tapi, kita selalu beralasan dan berkilah untuk menunggu kesempatan yang lebih baik. Sementara kesempatan yang datang itupun telah berlalu. Jika kita hanya menunggu dan hanya berharap kesempatan atau kondisi yang lebih baik, itu semua tidak akan selamanya ada. Manfaatkan semua kesempatan yang ada yang temukan saat ini, sembari tetap menunggu kesempatan besar lainnya yang menghampiri Anda.
Zamidra Al-Fakir
Tidak berapa lama lewat lagi sebuah kapal lainn, yang juga akan menyelamatkan pria tersebut. Lagi-lagi pria tersebut berujar: "Tidak usah, biar Tuhan saja yang menyelamatkan saya". Kapal kedua itupun meninggalkan pria tersebut di tengah lautan. Kali ini, kapal ketiga pun lewat, pria tersebut masih mengucapkan hal yang sama.
Setelah kapal yang ketiga berlalu, tidak berapa lama pria itupun meninggal dunia.
Pria itupun masuk ke dalam surga.
Di dalam surga, pria itu bertemu dengan Tuhan, lalu bertanya: "Ya Tuhan, kenapa engkau tidak menolong aku sewaktu berada di tengah lautan??"
Tuhan pun menjawab: "Aku sudah mengirimkan tiga buah kapal untuk menolong kamu. Goblok".
...............
Dalam kehidupan kita, ada banyak sekali sebenarnya kesempatan yang menghampiri kita. Tapi, kita selalu beralasan dan berkilah untuk menunggu kesempatan yang lebih baik. Sementara kesempatan yang datang itupun telah berlalu. Jika kita hanya menunggu dan hanya berharap kesempatan atau kondisi yang lebih baik, itu semua tidak akan selamanya ada. Manfaatkan semua kesempatan yang ada yang temukan saat ini, sembari tetap menunggu kesempatan besar lainnya yang menghampiri Anda.
Zamidra Al-Fakir
Sunday, December 22, 2013
Mengapa Kita Sulit Berubah
Pernahkah Anda mengikuti seminar motivasi, atau membaca buku yang membangkitkan antusias, maupun mendapat suntikan semangat dari guru, saudara, dan orang lainnya. Tapi itu semua hanya bertahan sesaat. Memang Anda berubah setelah mengikuti seminar tersebut, tapi coba lihat, satu minggu, dua minggu, hingga satu bulan. Di mana semangat dan motivasi Anda sebelum, kenapa Anda kembali pada kebiasaan yang lama lagi?
Tidak dapat kita pungkiri, kadang-kadang kita sadar bahwa kebiasaan-kebiasaan lama yang cenderung banyak memberi keuntungan bagi diri kita yang sebenarnya sudah tidak produktif lagi. Namun, karena hal itu sudah kita jalani dan menjadi kebiasaan maka terlalu sulit untuk kita ubah dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang jauh lebih efektif dan produktif. Atau kalaupun kita mau berubah, hal itu hanya terjadi sesaat dan cenderung akan kembali ke kebiasaan yang lama, karena mungkin kita terpaksa harus berubah.
Kita sulit untuk mempertahankan perubahan yang terjadi karena yang kita ubah baru sebatas perilaku saja, sementara pola pikir dan sikap mental kita belum banyak berubah. Hal itu akan lebih diperdalam lagi apabila dalam diri kita tertanam suatu pemahaman atau pola pikir bahwa apabila kita berubah maka secepat mungkin harus mendapatkan hasil. Apabila terjadi hambatan ataupun kegagalan maka yang terjadi adalah keputusasaan, bahkan kencederungan kita menyerah kalah. Mundur dari kancah "peperangan". Apabila hal ini terjadi pada diri kita, sebenarnya kita belum siap berubah!
Kita cenderung akan mengulang-ngulang sesuatu yang membuat kita merasa nyaman. Bahkan karena hal itu kita ulang secara terus-menerus, maka muncullah kebiasaan, bahkan ketergantungan. Apabila tidak melakukan kebiasaan tersebut atau kebiasaan itu sudah tidak dapat kita lakukan karena alasan tertentu, rasanya ada sesuatu yang hilang. Seolah-olah dalam diri kita ada perasaan bersalah. Maka sebagai akibatnya, sering kali kita merasa sayang apabila harus kehilangan sesuatu yang terbiasa kita lakukan.
Oleh karena itu, tidak ada cara lain untuk berubah; mau tidak mau Anda harus melakukan perbuatan yang baru tersebut secara terus-menerus hingga menjadi kebiasaan yang lama pula. Jangan beri sedikitpun peluang untuk kebiasaan lama nyelip dalam kebiasaan baru tersebut. Terlepas dari membentuk kebiasaan baru tersebut melelahkan, sulit dilakukan, payah dilaksanakan. Sekali lagi, Anda harus berani dan tangguh melawan dan melepas rezim kebiasaan yang lama, hingga kebiasaan yang baru terbentuk.
So, selamat berubah.
Refleksi Akhir tahun 2013. Efvy Z
Tidak dapat kita pungkiri, kadang-kadang kita sadar bahwa kebiasaan-kebiasaan lama yang cenderung banyak memberi keuntungan bagi diri kita yang sebenarnya sudah tidak produktif lagi. Namun, karena hal itu sudah kita jalani dan menjadi kebiasaan maka terlalu sulit untuk kita ubah dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang jauh lebih efektif dan produktif. Atau kalaupun kita mau berubah, hal itu hanya terjadi sesaat dan cenderung akan kembali ke kebiasaan yang lama, karena mungkin kita terpaksa harus berubah.
Kita sulit untuk mempertahankan perubahan yang terjadi karena yang kita ubah baru sebatas perilaku saja, sementara pola pikir dan sikap mental kita belum banyak berubah. Hal itu akan lebih diperdalam lagi apabila dalam diri kita tertanam suatu pemahaman atau pola pikir bahwa apabila kita berubah maka secepat mungkin harus mendapatkan hasil. Apabila terjadi hambatan ataupun kegagalan maka yang terjadi adalah keputusasaan, bahkan kencederungan kita menyerah kalah. Mundur dari kancah "peperangan". Apabila hal ini terjadi pada diri kita, sebenarnya kita belum siap berubah!
Kita cenderung akan mengulang-ngulang sesuatu yang membuat kita merasa nyaman. Bahkan karena hal itu kita ulang secara terus-menerus, maka muncullah kebiasaan, bahkan ketergantungan. Apabila tidak melakukan kebiasaan tersebut atau kebiasaan itu sudah tidak dapat kita lakukan karena alasan tertentu, rasanya ada sesuatu yang hilang. Seolah-olah dalam diri kita ada perasaan bersalah. Maka sebagai akibatnya, sering kali kita merasa sayang apabila harus kehilangan sesuatu yang terbiasa kita lakukan.
Oleh karena itu, tidak ada cara lain untuk berubah; mau tidak mau Anda harus melakukan perbuatan yang baru tersebut secara terus-menerus hingga menjadi kebiasaan yang lama pula. Jangan beri sedikitpun peluang untuk kebiasaan lama nyelip dalam kebiasaan baru tersebut. Terlepas dari membentuk kebiasaan baru tersebut melelahkan, sulit dilakukan, payah dilaksanakan. Sekali lagi, Anda harus berani dan tangguh melawan dan melepas rezim kebiasaan yang lama, hingga kebiasaan yang baru terbentuk.
So, selamat berubah.
Refleksi Akhir tahun 2013. Efvy Z
Subscribe to:
Comments (Atom)
